Linux

Cara Download dan Install Debian 13 Netinst di VirtualBox

Panduan lengkap install Debian 13 Netinst di VirtualBox: download ISO, membuat VM, proses instalasi, sampai login pertama.

fahreja · 23 Oktober 2026 · 11 menit baca

Debian merupakan salah satu distribusi Linux yang banyak digunakan untuk server karena stabil, ringan, dan memiliki repositori paket yang sangat lengkap.

Dalam tutorial ini kita akan melakukan instalasi Debian 13 menggunakan Netinst ISO di VirtualBox. Tutorial dimulai dari proses download ISO, membuat Virtual Machine, konfigurasi hardware, proses instalasi Debian, hingga melakukan login pertama setelah instalasi selesai.

Tutorial ini juga cocok sebagai dasar untuk membuat virtual lab server, misalnya untuk menjalankan Apache, SSH, Cacti, database, monitoring, dan berbagai layanan jaringan lainnya.

1. Apa Itu Debian Netinst?

Netinst merupakan singkatan dari Network Install.

ISO Netinst memiliki ukuran yang relatif kecil dibandingkan installer DVD Debian karena sebagian besar paket yang dibutuhkan dapat diambil dari repository Debian melalui internet ketika proses instalasi berlangsung.

Dengan menggunakan Netinst, kita dapat memilih software yang ingin diinstall sesuai kebutuhan. Untuk membuat server atau virtual lab, Netinst sangat cocok karena kita tidak perlu menginstall banyak software yang sebenarnya tidak dibutuhkan.

2. Persiapan

Sebelum memulai instalasi, siapkan beberapa hal berikut:

  • VirtualBox yang sudah terinstall
  • Koneksi internet
  • Ruang penyimpanan kosong
  • RAM yang cukup
  • Processor dengan virtualisasi aktif
  • Debian 13 Netinst ISO

Untuk virtual server sederhana, kita dapat menggunakan konfigurasi seperti:

Komponen Rekomendasi
CPU 2 Core
RAM 2 GB
Storage 20 GB
Network NAT
Sistem Debian 13 64-bit

Jika nantinya VM digunakan untuk layanan yang lebih berat seperti Cacti, database, atau beberapa service sekaligus, RAM dapat dinaikkan sesuai kebutuhan.

3. Download Debian 13 Netinst

3.1 Membuka Halaman Download

Debian menyediakan installer melalui website resminya. Buka halaman download Debian: https://www.debian.org/download

Cari bagian installer Debian dan pilih versi Debian yang ingin digunakan. Untuk tutorial ini kita menggunakan Debian 13 dengan codename Trixie.

3.2 Memilih ISO yang Tepat

Pada halaman download Debian, kita akan menemukan beberapa pilihan arsitektur. Untuk sebagian besar komputer atau laptop modern dengan processor Intel atau AMD 64-bit, gunakan amd64, lalu pilih installer 64-bit PC netinst ISO.

File yang didownload biasanya memiliki nama yang kurang lebih seperti:

text
debian-13.x.x-amd64-netinst.iso

Nomor versi minor dapat berbeda tergantung update Debian yang tersedia ketika ISO didownload.

Info

Catatan: amd64 bukan berarti ISO tersebut hanya untuk processor AMD. Arsitektur ini juga digunakan oleh processor Intel 64-bit.

3.3 Mengecek File ISO

Setelah ISO selesai didownload, sebaiknya lakukan pengecekan checksum. Checksum digunakan untuk memastikan file yang didownload tidak rusak atau berubah. Debian menyediakan informasi checksum pada halaman download dan direktori installer resminya.

Pada Linux, kita dapat menggunakan:

bash
sha256sum debian-13.x.x-amd64-netinst.iso

Pada Windows (PowerShell atau Command Prompt):

text
certutil -hashfile debian-13.x.x-amd64-netinst.iso SHA256

Perintah tersebut akan menghasilkan nilai SHA-256. Bandingkan hasilnya dengan checksum resmi Debian. Jika nilainya sama, ISO dapat dianggap sesuai dengan file yang dipublikasikan Debian.

4. Membuat Virtual Machine Debian

4.1 Nama VM dan ISO

Buka VirtualBox. Pada halaman utama klik New, lalu masukkan nama VM, misalnya:

text
Debian 13 Server

Pada bagian ISO Image, pilih file ISO Debian 13 Netinst yang sudah didownload. Jika VirtualBox mendeteksi ISO secara otomatis, informasi sistem operasi akan ditampilkan. Pastikan arsitektur yang digunakan adalah 64-bit, lalu klik Next.

4.2 Memory dan Processor

Untuk instalasi server sederhana, gunakan memory sekitar 2048 MB (2 GB). Jika komputer host memiliki RAM lebih besar dan VM akan digunakan untuk layanan tambahan, RAM dapat dinaikkan.

Untuk processor, 2 CPU sudah cukup untuk memulai. Jangan memberikan seluruh core processor host kepada VM karena sistem operasi utama juga membutuhkan resource.

4.3 Virtual Hard Disk

Selanjutnya VirtualBox akan meminta kita membuat virtual hard disk. Pilih Create a Virtual Hard Disk Now dan gunakan ukuran sekitar 20 GB.

Untuk penggunaan server yang membutuhkan database, monitoring, atau banyak file, gunakan ukuran yang lebih besar, misalnya 30 GB, 40 GB, atau 50 GB. Klik Next, periksa kembali konfigurasi VM, lalu klik Finish. Virtual Machine Debian sekarang sudah dibuat.

4.4 Mengatur Network

Sebelum memulai instalasi, pastikan VM memiliki koneksi jaringan. Pilih VM Debian, lalu buka Settings → Network. Pastikan Enable Network Adapter aktif. Untuk instalasi pertama, gunakan:

text
Attached to: NAT

Mode NAT memungkinkan VM menggunakan koneksi internet komputer host. Koneksi internet diperlukan oleh Netinst untuk mengambil paket dari repository Debian.

5. Memulai Instalasi Debian

5.1 Menjalankan Installer

Pilih VM Debian, lalu klik Start. Virtual Machine akan melakukan boot menggunakan ISO Debian Netinst. Setelah muncul menu Debian Installer, pilih Graphical Install atau Install. Keduanya dapat digunakan, dan untuk tutorial ini kita memakai Graphical Install.

5.2 Bahasa, Lokasi, dan Keyboard

Installer akan meminta bahasa instalasi. Pilih bahasa yang diinginkan, misalnya English, lalu klik Continue.

Selanjutnya pilih lokasi atau negara. Jika menggunakan bahasa Inggris, pilih Indonesia. Jika Indonesia tidak muncul di daftar, pilih other → Asia → Indonesia. Pengaturan ini digunakan untuk menentukan beberapa konfigurasi seperti locale dan timezone.

Pilih layout keyboard yang digunakan. Untuk keyboard standar yang umum digunakan, pilih American English, lalu klik Continue. Installer akan melakukan proses konfigurasi awal.

6. Konfigurasi Network, Hostname, dan Domain

Debian Installer akan mencoba mendeteksi network adapter VirtualBox. Jika menggunakan mode NAT, biasanya Debian akan mendapatkan alamat IP secara otomatis melalui DHCP, contohnya 10.0.2.x. Alamat yang diperoleh dapat berbeda.

Installer kemudian akan meminta hostname, yaitu nama komputer di dalam jaringan. Contohnya:

text
debian-server

Atau jika digunakan untuk web server:

text
debian-web-server

Untuk virtual lab, gunakan nama yang mudah dikenali.

Pada bagian domain name, jika tidak menggunakan domain khusus, kolom ini dapat dikosongkan. Untuk lab lokal, kita dapat langsung melanjutkan tanpa mengisi domain. Klik Continue.

7. Password Root dan User

7.1 Password Root

Pada beberapa konfigurasi, installer meminta password untuk akun root. Gunakan password yang kuat dan mudah kamu kelola.

Peringatan

Perhatikan perilaku sudo. Jika password root diisi, user biasa tidak otomatis mendapat akses sudo, sehingga perintah sudo di bagian akhir tutorial akan gagal. Pilih salah satu: kosongkan password root (akun root dinonaktifkan dan user otomatis mendapat sudo), atau isi password root lalu pakai su - untuk berpindah ke root. Tutorial lanjutan seperti Cacti memakai login root, jadi pilih sesuai kebutuhanmu.

7.2 Membuat User

Selanjutnya Debian akan meminta informasi user. Masukkan nama pengguna (full name), misalnya:

text
Debian User

Kemudian tentukan username, misalnya:

text
user

Buat password untuk user tersebut. Gunakan password yang cukup kuat dan jangan gunakan password yang sama dengan akun penting lainnya.

8. Partition Disk

Pada tahap partitioning, Debian akan menampilkan beberapa pilihan. Untuk virtual machine sederhana, pilih Guided - use entire disk, lalu pilih virtual disk yang sebelumnya dibuat di VirtualBox. Karena ini adalah virtual disk khusus untuk VM Debian, penggunaan seluruh disk aman selama tidak ada data penting di dalam VM tersebut.

Installer akan menawarkan beberapa pilihan skema. Untuk server sederhana, pilih All files in one partition. Kemudian pilih Finish partitioning and write changes to disk. Installer akan menampilkan konfirmasi, pilih Yes. Debian akan mulai melakukan proses instalasi ke virtual hard disk.

9. Konfigurasi Package Manager

Setelah sistem dasar terinstall, Debian akan meminta konfigurasi repository. Pilih mirror Debian yang sesuai. Untuk pengguna di Indonesia, pilih mirror yang memiliki koneksi baik dari lokasi kita. Jika tersedia mirror Indonesia, kita dapat memilih mirror tersebut. Contohnya:

text
deb.debian.org

Jika tidak menggunakan proxy, bagian HTTP proxy dapat dikosongkan, lalu pilih Continue. Installer akan menghubungkan VM ke repository Debian.

10. Pemilihan dan Instalasi Software

Debian Installer akan menampilkan pilihan software. Untuk membuat server yang ringan, kita tidak perlu memilih desktop environment. Contoh konfigurasi server:

text
[X] SSH server
[X] standard system utilities
[ ] Debian desktop environment
[ ] GNOME
[ ] KDE Plasma
[ ] Xfce

Jika Debian digunakan sebagai server, desktop environment dapat dihilangkan. Dengan begitu, sistem akan lebih ringan dan resource dapat digunakan untuk service yang kita jalankan. Jika ingin menggunakan Debian dengan tampilan desktop, pilih desktop environment yang diinginkan.

Debian akan mulai menginstall paket-paket yang telah dipilih. Proses ini membutuhkan waktu tergantung kecepatan komputer dan koneksi internet. Tunggu hingga selesai dan jangan mematikan VM selama proses instalasi berlangsung.

11. Install GRUB Bootloader

Installer kemudian akan meminta instalasi GRUB bootloader. Pilih Yes, lalu pilih virtual disk Debian sebagai lokasi instalasi bootloader, contohnya:

text
/dev/sda

Jangan memilih partition tertentu jika installer meminta lokasi disk utama untuk GRUB.

12. Menyelesaikan Instalasi

Setelah semua proses selesai, Debian akan menampilkan pesan bahwa instalasi telah selesai. Pilih Continue, dan Virtual Machine akan melakukan reboot.

Jika VirtualBox masih melakukan boot dari ISO, lepaskan ISO Debian dari virtual optical drive. Setelah reboot, Debian akan melakukan boot dari virtual hard disk.

13. Login ke Debian

Setelah sistem selesai booting, kita akan melihat login prompt. Masukkan username yang sebelumnya dibuat:

text
debian-server login: user
Password:

Jika login berhasil, kita akan masuk ke shell Debian:

text
user@debian-server:~$

Debian sekarang sudah berhasil diinstall.

14. Pengecekan Setelah Instalasi

14.1 Update Sistem

Setelah login, hal pertama yang sebaiknya dilakukan adalah memperbarui repository dan paket:

bash
sudo apt update
sudo apt upgrade

Jika diminta konfirmasi, ketik Y lalu tekan Enter. Update ini penting agar sistem mendapatkan paket dan security update terbaru yang tersedia pada repository yang digunakan.

14.2 Mengecek Versi Debian

Untuk melihat informasi versi Debian, jalankan:

bash
cat /etc/os-release

Kita juga dapat menggunakan:

bash
hostnamectl

Jika menggunakan Debian 13, informasi sistem akan menunjukkan Debian GNU/Linux 13.

14.3 Mengecek IP Address

Untuk melihat IP address Debian:

bash
ip a

Cari interface jaringan seperti enp0s3, contohnya:

text
inet 10.0.2.15/24

Alamat IP dapat berbeda tergantung konfigurasi jaringan VirtualBox.

14.4 Menguji Koneksi Internet

Coba ping server repository atau website:

bash
ping -c 4 deb.debian.org

Jika mendapatkan response seperti berikut, berarti koneksi jaringan VM sudah berjalan:

text
64 bytes from ...

Kita juga dapat menguji DNS dengan:

bash
ping -c 4 google.com

Jika berhasil mendapatkan response, koneksi internet dan DNS pada Debian sudah berfungsi.

14.5 Mengecek SSH

Jika sebelumnya memilih SSH server ketika instalasi, cek status SSH dengan:

bash
sudo systemctl status ssh

Jika service aktif, akan terlihat status:

text
active (running)

Dengan SSH, Debian nantinya dapat dikelola dari komputer lain tanpa harus membuka console VirtualBox.

15. Kesimpulan

Pada tutorial ini kita telah berhasil melakukan instalasi Debian 13 Netinst di VirtualBox mulai dari awal hingga sistem dapat digunakan. Kita telah mempelajari:

  • Apa itu Debian Netinst
  • Cara download Debian 13 dan memilih ISO amd64
  • Mengecek checksum ISO
  • Membuat Virtual Machine, mengatur RAM, CPU, virtual hard disk, dan network
  • Menginstall Debian, membuat user, dan melakukan partitioning
  • Mengatur repository, menginstall SSH, dan menginstall GRUB
  • Melakukan update sistem, mengecek IP address, menguji koneksi internet, dan mengecek SSH

Dengan Debian 13 yang sudah berjalan di VirtualBox, kita sekarang memiliki sebuah server virtual yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan lab.

Pada tutorial berikutnya kita akan melanjutkan ke cara download dan install MikroTik CHR di VirtualBox. Setelah MikroTik CHR berhasil dijalankan, Debian dan MikroTik dapat digunakan bersama untuk membuat lab jaringan virtual.

Selamat mencoba dan sampai jumpa.