MikroTik

Cara Download dan Install MikroTik CHR di VirtualBox

Panduan menjalankan MikroTik CHR di VirtualBox: download image, membuat VM, mengatur network, dan konfigurasi dasar RouterOS.

fahreja · 23 Oktober 2026 · 11 menit baca

MikroTik CHR atau Cloud Hosted Router adalah versi RouterOS yang dirancang untuk dijalankan sebagai mesin virtual. Dengan CHR, kita dapat menjalankan MikroTik secara virtual menggunakan hypervisor seperti VirtualBox, VMware, Hyper-V, dan platform virtualisasi lainnya.

CHR sangat cocok digunakan untuk belajar jaringan karena kita dapat membuat router MikroTik tanpa harus memiliki perangkat MikroTik fisik.

Pada tutorial ini kita akan membahas cara download MikroTik CHR, membuat Virtual Machine di VirtualBox, memasang CHR, melakukan konfigurasi jaringan, hingga mengakses MikroTik melalui terminal.

1. Apa Itu MikroTik CHR?

MikroTik Cloud Hosted Router (CHR) adalah RouterOS yang dapat dijalankan pada mesin virtual. Secara fungsi, CHR dapat digunakan seperti router MikroTik pada umumnya.

CHR dapat digunakan untuk belajar berbagai konfigurasi jaringan seperti:

  • Routing dan static route
  • DHCP Server dan DHCP Client
  • NAT dan Firewall
  • VLAN
  • VPN
  • DNS
  • Queue
  • Monitoring
  • Routing protocol
  • Load balancing
  • dan berbagai fitur RouterOS lainnya

Karena berjalan sebagai VM, kita dapat membuat lab jaringan hanya menggunakan satu komputer. Contohnya:

text
Internet
   |
VirtualBox
   |
MikroTik CHR
   |
Debian Server
   |
Client

Dengan topologi seperti ini kita dapat belajar networking tanpa membutuhkan banyak perangkat fisik.

Info

Catatan: CHR yang tidak memakai lisensi berbayar memiliki batas kecepatan (upload) pada versi gratisnya. Untuk belajar konfigurasi hal ini tidak masalah. Cek halaman lisensi CHR di situs MikroTik untuk batasan terbaru.

2. Persiapan

Sebelum memulai instalasi, siapkan:

  • VirtualBox
  • Komputer atau laptop
  • Koneksi internet
  • MikroTik CHR image
  • RAM yang cukup
  • Processor dengan virtualisasi aktif

Untuk lab sederhana, kita dapat menggunakan konfigurasi:

Komponen Rekomendasi
CPU 1–2 Core
RAM 256–512 MB
Storage 1–2 GB
Network Adapter 2 adapter atau lebih

CHR tidak membutuhkan resource yang besar untuk lab sederhana. Namun, kebutuhan resource akan bertambah jika kita menjalankan banyak router, banyak client, atau service lainnya secara bersamaan.

3. Download MikroTik CHR

3.1 Membuka Halaman Download

MikroTik menyediakan CHR melalui website resminya. Buka halaman download MikroTik: https://mikrotik.com/download

Cari bagian Cloud Hosted Router. Pada bagian tersebut tersedia beberapa format image untuk platform virtualisasi yang berbeda.

halaman-mikrotik-download
Bagian Cloud Hosted Router di halaman download MikroTik

3.2 Memilih Image CHR

Setiap format image ditujukan untuk platform tertentu:

Format Platform
VDI Oracle VirtualBox
VMDK VMware
VHDX Microsoft Hyper-V
RAW disk image (.img) KVM, Proxmox, dan sejenisnya

Untuk VirtualBox, pilih format VDI pada versi Stable. Dengan format ini kita dapat langsung memakainya sebagai virtual hard disk tanpa konversi. Contoh nama file:

text
chr-7.x.x.vdi.zip

Nomor versi dapat berbeda tergantung versi RouterOS yang tersedia ketika tutorial ini diikuti. Download file CHR tersebut.

link-vdi
Pilih image CHR berformat VDI untuk VirtualBox

3.3 Mengekstrak File CHR

File yang didownload masih berformat .zip, jadi ekstrak terlebih dahulu. Setelah diekstrak, kita akan mendapatkan image disk:

text
chr-7.x.x.vdi

File .vdi inilah yang nantinya digunakan sebagai disk MikroTik CHR.

Info

Catatan: Jangan menjalankan file image seperti menjalankan aplikasi biasa. File tersebut adalah disk yang akan dipasang pada Virtual Machine.

4. Membuat Virtual Machine

4.1 Nama dan Tipe VM

Buka VirtualBox dan klik New. Masukkan nama VM, contohnya:

text
MikroTik CHR

Pada Type pilih Linux, dan pada Version pilih Other Linux (64-bit). Klik Next.

VM-CHR
Nama dan tipe VM untuk MikroTik CHR

4.2 Mengatur RAM

Untuk lab sederhana, CHR tidak membutuhkan RAM yang besar. Kita dapat memberikan:

text
256 MB

atau:

text
512 MB

Jika nantinya digunakan untuk lab yang lebih kompleks, resource dapat dinaikkan. Klik Next.

RAM-CHR
Caption gambar

4.3 Menggunakan Virtual Disk CHR

Pada tahap hard disk, kita akan menggunakan image CHR yang sudah didownload. Pilih Use an Existing Virtual Hard Disk File, lalu pilih file:

text
chr-7.x.x.vdi

Klik Finish untuk membuat VM.

select-vdi
Memakai file VDI CHR sebagai virtual hard disk

Info

Jika hanya punya file .img (RAW): VirtualBox tidak memakai file RAW secara langsung, jadi ubah dulu menjadi VDI dengan VBoxManage. Sesuaikan nama file dengan yang kamu download.

bash
VBoxManage convertfromraw chr-7.x.x.img mikrotik-chr.vdi --format VDI

Setelah proses selesai, file mikrotik-chr.vdi dapat dipakai sebagai virtual hard disk seperti langkah di atas.

4.4 Mengatur Urutan Boot

Pilih VM, klik Settings → System, lalu nonaktifkan Floppy dan Optical pada boot order, sehingga VM langsung boot dari virtual hard disk.

5. Mengatur Network Adapter

5.1 Gambaran Konfigurasi

Untuk lab networking, konfigurasi network merupakan bagian yang sangat penting. Buka MikroTik CHR → Settings → Network. Kita dapat menggunakan lebih dari satu network adapter. Contoh sederhana:

text
Adapter 1 → NAT
Adapter 2 → Host-only Adapter

Dengan konfigurasi tersebut:

text
Internet
   |
  NAT
   |
MikroTik CHR
   |
Host-only Network
   |
Host / VM lainnya

Konfigurasi dapat disesuaikan dengan topologi lab yang ingin dibuat.

5.2 Adapter 1: Internet

Aktifkan Enable Network Adapter, lalu pilih Attached to: NAT. Adapter ini digunakan sebagai interface yang terhubung ke internet melalui VirtualBox. Di MikroTik, interface tersebut biasanya muncul sebagai ether1.

adapter1-chr
Adapter 1 diatur ke NAT

5.3 Adapter 2: Network Lab

Aktifkan adapter kedua. Kita dapat menggunakan Host-only Adapter atau Internal Network, tergantung topologi lab. Contohnya:

text
Adapter 2
Attached to: Host-only Adapter

Interface ini dapat digunakan untuk menghubungkan MikroTik dengan Debian atau VM lain, dan muncul di MikroTik sebagai ether2.

adapter2-chr
Adapter 2 untuk jaringan lab

6. Menjalankan dan Login Pertama

6.1 Menjalankan CHR

Setelah konfigurasi selesai, klik Start. VirtualBox akan menjalankan MikroTik CHR. Jika image berhasil digunakan, kita akan melihat console RouterOS dan kemudian login prompt.

text
MikroTik RouterOS

login-chr
MikroTik CHR berhasil booting

6.2 Login Pertama

Pada login prompt, gunakan username:

text
admin

Untuk password, ikuti mekanisme yang ditampilkan oleh versi CHR yang digunakan. Pada banyak versi, password awal kosong (cukup tekan Enter), dan sebagian versi meminta kita membuat password baru saat login pertama. Jika diminta membuat password, gunakan password yang kuat.

Setelah berhasil login, kita akan masuk ke CLI RouterOS:

text
[admin@MikroTik] >

Sekarang MikroTik CHR sudah berjalan.

login-pertama
Login pertama ke RouterOS

7. Mengecek Sistem

7.1 Mengecek Versi RouterOS

Untuk melihat versi RouterOS, jalankan:

routeros
/system resource print

Kita dapat melihat informasi seperti Version, Architecture, CPU, Memory, Storage, dan Uptime. Untuk melihat paket yang terpasang:

routeros
/system package print

resource-chr
Informasi versi dan resource RouterOS

7.2 Melihat Interface

Untuk melihat interface yang tersedia:

routeros
/interface print

Contohnya:

text
Flags: R - RUNNING
Columns: NAME, TYPE, ACTUAL-MTU

0 R ether1
1 R ether2

Jumlah interface bergantung pada jumlah network adapter yang dibuat pada VirtualBox. Jika terdapat huruf R, artinya interface sedang running.

8. Konfigurasi Jaringan Dasar

8.1 Mendapatkan IP dari DHCP

Jika Adapter 1 menggunakan NAT, kita dapat membuat MikroTik mendapatkan IP secara otomatis melalui DHCP:

routeros
/ip dhcp-client add interface=ether1 disabled=no

Kemudian cek:

routeros
/ip dhcp-client print
/ip address print

Jika berhasil, MikroTik akan mendapatkan IP address dari VirtualBox.

8.2 Menguji Koneksi Internet

Setelah MikroTik mendapatkan IP dari DHCP, coba lakukan ping:

routeros
/ping 8.8.8.8

Jika mendapatkan response seperti berikut, berarti MikroTik dapat terhubung ke internet:

text
SEQ HOST    SIZE TTL TIME STATUS
  0 8.8.8.8   56 117 20ms
  1 8.8.8.8   56 117 20ms

Kita juga dapat menguji DNS:

routeros
/ping google.com

Jika berhasil, koneksi internet dan DNS sudah berjalan.

8.3 Mengatur IP Address untuk Lab

Jika Adapter 2 digunakan sebagai jaringan lab, kita dapat memberikan IP address secara manual. Misalnya kita ingin menggunakan 192.168.10.1/24:

routeros
/ip address add address=192.168.10.1/24 interface=ether2

Kemudian cek:

routeros
/ip address print

Hasilnya akan menunjukkan IP pada ether2.

Peringatan

Jika Adapter 2 memakai Host-only, rentang bawaan VirtualBox adalah 192.168.56.0/24, dan VirtualBox juga bisa menjalankan DHCP server sendiri di jaringan itu. Agar komputer host bisa mengakses MikroTik, pakai IP di rentang tersebut (misalnya 192.168.56.10/24) atau sesuaikan jaringan host-only-nya. Untuk lab MikroTik dan Debian yang terisolasi (dengan DHCP dari MikroTik), gunakan Internal Network supaya tidak bentrok.

8.4 Membuat DHCP Server untuk Lab

Jika ingin MikroTik memberikan IP secara otomatis kepada VM lain, kita dapat membuat DHCP Server. Sebelumnya, pastikan interface lab sudah memiliki IP, contohnya ether2 = 192.168.10.1/24. Buat pool alamat:

routeros
/ip pool add name=pool-lab ranges=192.168.10.10-192.168.10.100

Buat DHCP server:

routeros
/ip dhcp-server add name=dhcp-lab interface=ether2 address-pool=pool-lab disabled=no

Tambahkan network DHCP:

routeros
/ip dhcp-server network add address=192.168.10.0/24 gateway=192.168.10.1 dns-server=192.168.10.1

Dengan konfigurasi tersebut, perangkat yang terhubung ke ether2 dapat memperoleh IP secara otomatis.

Info

Catatan: Konfigurasi DHCP ini merupakan contoh untuk lab. Untuk jaringan nyata, sesuaikan addressing, gateway, DNS, dan security dengan desain jaringan yang digunakan.

8.5 Mengatur Password Administrator

Untuk memastikan akun administrator memiliki password yang aman, atur password melalui CLI:

routeros
/password

RouterOS akan meminta password lama dan password baru. Gunakan password yang kuat dan jangan membagikannya kepada orang lain.

9. Mengakses MikroTik dari Komputer Host

Selain menggunakan console VirtualBox, MikroTik CHR dapat dikelola melalui jaringan. Jika menggunakan Host-only Adapter, pastikan host dan MikroTik berada pada jaringan yang sama. Misalnya:

text
Host     : 192.168.56.1
MikroTik : 192.168.56.10

Jika ether2 belum memiliki IP di rentang tersebut:

routeros
/ip address add address=192.168.56.10/24 interface=ether2

Kemudian MikroTik dapat diakses menggunakan aplikasi seperti:

  • WinBox
  • WebFig
  • SSH
  • Terminal RouterOS

Contoh akses SSH dari host:

bash
ssh admin@192.168.56.10

Untuk pembelajaran networking, akses menggunakan SSH atau terminal sangat berguna karena kita dapat terbiasa dengan CLI RouterOS.

10. Menghubungkan Debian dengan MikroTik

Setelah MikroTik CHR berjalan, kita dapat menghubungkannya dengan Debian VM. Contoh topologi:

text
                  Internet
                     |
                  VirtualBox
                     |
                  ether1
                MikroTik CHR
                  ether2
                     |
              Host-only Network
                     |
                Debian Server

Contoh addressing:

text
MikroTik ether2 : 192.168.10.1/24
Debian          : 192.168.10.10/24
Gateway Debian  : 192.168.10.1

Agar Debian bisa mengakses internet melalui MikroTik, tambahkan NAT masquerade pada interface yang terhubung ke internet:

routeros
/ip firewall nat add chain=srcnat out-interface=ether1 action=masquerade

Dengan topologi ini kita dapat mulai belajar:

  • Routing
  • NAT
  • Firewall
  • DHCP
  • DNS
  • Monitoring
  • VLAN
  • Static route
  • VPN

11. Troubleshooting

CHR tidak bisa boot

Periksa kembali apakah image CHR sudah benar dan virtual hard disk sudah terpasang pada VM. Pastikan juga Floppy dan Optical sudah dinonaktifkan dari boot order. Jika menggunakan .img, coba konversikan terlebih dahulu menjadi .vdi:

bash
VBoxManage convertfromraw chr-7.x.x.img mikrotik-chr.vdi --format VDI

Interface MikroTik tidak muncul

Periksa VirtualBox → Settings → Network dan pastikan network adapter diaktifkan. Kemudian jalankan:

routeros
/interface print

MikroTik tidak mendapatkan IP

Periksa DHCP Client:

routeros
/ip dhcp-client print

Jika belum ada DHCP Client:

routeros
/ip dhcp-client add interface=ether1 disabled=no

Pastikan interface yang digunakan memang terhubung ke adapter VirtualBox yang memiliki koneksi jaringan.

Tidak bisa ping internet

Periksa IP address dan routing:

routeros
/ip address print
/ip route print

Pastikan MikroTik memiliki IP address dan default route. Jika menggunakan DHCP Client pada ether1, pastikan opsi default route dari DHCP tidak dinonaktifkan.

12. Kesimpulan

Pada tutorial ini kita telah berhasil mempelajari cara menjalankan MikroTik CHR di VirtualBox, mulai dari download image hingga konfigurasi jaringan dasar. Kita telah mempelajari:

  • Apa itu MikroTik CHR
  • Cara download dan memilih image CHR
  • Membuat Virtual Machine dan memakai image CHR sebagai virtual disk
  • Mengatur network adapter
  • Menjalankan CHR dan login pertama
  • Mengecek versi RouterOS dan melihat interface
  • Mengatur DHCP Client, memberikan IP address, dan membuat DHCP Server
  • Menguji koneksi internet
  • Mengakses MikroTik dari host
  • Menghubungkan MikroTik dengan Debian

Dengan MikroTik CHR dan Debian yang sudah berjalan di VirtualBox, kita sekarang memiliki dasar untuk membangun virtual network lab.

Pada tahap selanjutnya, kita dapat mengembangkan lab ini menjadi topologi yang lebih kompleks dengan beberapa router, server, client, VLAN, routing, firewall, dan monitoring menggunakan Cacti.

Selamat mencoba dan sampai jumpa.